Senin, 03 Juni 2013

Secangkir Rindu Untukmu


Aku tak pandai merangkai kata, membuat sajak-sajak itu,
Sajak lucu, yang kadang bermakna haru,
Tapi setiap hari ada tetesan rindu,
Tetesan rindu yang datang saat aku menatap indahnya langit biru.
 

Harusnya ini ku kuberikan kemarin untukmu, kemarin yang kita sebut hari minggu,
Kini tetesan rindu berubah jadi secangkir rindu,
Secangkir rindu di hari minggu,
Hari minggu yang menandakan sudah seminggu aku merindu.


Teruntuk kamu, pemilik secangkir rindu dariku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar