Aku tak pandai merangkai kata, membuat sajak-sajak itu,
Sajak lucu, yang kadang bermakna haru,
Tapi setiap hari ada tetesan rindu,
Harusnya ini ku kuberikan kemarin untukmu, kemarin yang kita
sebut hari minggu,
Kini tetesan rindu berubah jadi secangkir rindu,
Secangkir rindu di hari minggu,
Hari minggu yang menandakan sudah seminggu aku merindu.
Teruntuk kamu, pemilik secangkir rindu dariku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar