Senin, 03 Juni 2013

Berkacalah Pada Semangat Mereka


Kali ini saya ingin membahas tentang pemain bulutangkis, terkhusus pada dua orang dara cantik yang saya idolakan. Saya bukanlah orang yang fanatik terhadap seseorang atau sesuatu, tapi ada dua pemain badminton yang cukup menyita perhatian saya. Mereka adalah Saina Nehwal dan Aya Ohori.


Saina Nehwal tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, tapi seandainya ada yang menyebut nama Saina sebelum ia mengikuti dan menjuarai Indonesian Open Super Series 2009 untuk cabang tunggal putri, saya yakin kalian belum mengenalnya. Saya pun begitu, saya mengenal gadis kelahiran Hisar, India tanggal 17 maret 1990 ini, saat saya menyaksikan dari layar kaca pertandingan final anatara Ia dan Wang Lin (Cina).

Saina mengalahkan Lin, setelah melewati 3 set dengan hasil 21-12 18-21 9-21. Dan perlu diingat Saina  adalah wanita India pertama yang mampu menjuarai turnamen super series, terlebih lagi saat itu usianya masih 19 tahun, dan ia melawan pemain cina yang terkenal jago juga langganan juara, dengan statusnya yang non unggulan saat itu, WOW. Saya jadi teringat kalimat dari komentator yang memandu jalannya pertandingan antara mereka “Saya yakin Saina akan menjadi bintang di masa depan, dengan semangatnya yang tinggi.”

Terbukti sekarang, dengan banyaknya prestasi yang ia dapatkan, prestasi membanggakan yang  baru-baru ini ia capai ialah, ia berhasil meraih medali perunggu di olimpiade London 2012, saat ini ia menduduki peringkat 2 dunia untuk kategori tunggal putri, untuk info detail tentang Saina bisa baca di sini

 
Saina saat berhasil menjadi juara Indonesian Open Super Series 2009


Oke selanjutnya kita bahas tentang Aya Ohori (あや お堀), gadis cantik asal Jepang yang juga menggeluti dunia badminton. Saya mengenal dia saat saya menonton pertandingan final  Djarum Superliga Badminton 2013. Saat semifinal ia berhasil mengalahkan pemain kebanggaan kita yaitu Adriyanti Firdasari, berlanjut di final Indonesia VS Jepang, kedudukan saat itu 2-2 partai terakhir ialah tunggal putri, yang mempertemukan Aya Ohori dengan Bellatrix Manuputty.

Saat itu saya cukup kaget saat mengetahui bahwa Aya Ohori masih 16 tahun, sungguh luar biasa, dengan usia yang sama dengan saya, ia sudah bermain di kelas dunia, walaupun itu tidak terlepas dari kerjasama timnya untuk melangkah ke final. Saat pertandingan berlangsung dengan rasa nasionalisme saya mendukung Bella, dan beranggapan bahwa Bella mampu mengalahkan Ohori hanya dengan 2 set, karena lawannya terlampau mudah. Akhirnya Bella menang, tapi saya sedikit kecewa melihat permainan Bella, Ohori mampu mengimbangi  permainannya dengan berjuang 3 set  21-17 19-21 21-13. Walau saat ini ia masih menduduki peringkat 200, saya yakin Ohori akan jadi bintang seperti Saina.

 Ohori saat sedang bertanding.



Walaupun begitu tim beregu putri Indonesia, (PB. Jaya Raya Jakarta) berhasil menjadi juara setelah menumbangkan tim Jepang (Unisys Badminton Club Japan), Oh iya tim beregu putra juga meraih kemenangan dengan pola yang mirip, (PB. Musica Champion Vs Malaysia Tigers Badminton Club) saya rasa kita perlu berkaca pada semangat  mereka, harapan kita semua tentu adanya regenerasi juara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar