Kali
ini saya ingin membahas tentang pemain bulutangkis, terkhusus pada dua orang
dara cantik yang saya idolakan. Saya bukanlah orang yang fanatik terhadap
seseorang atau sesuatu, tapi ada dua pemain badminton yang cukup menyita
perhatian saya. Mereka adalah Saina Nehwal dan Aya Ohori.
Saina
Nehwal tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, tapi seandainya ada
yang menyebut nama Saina sebelum ia mengikuti dan menjuarai Indonesian Open
Super Series 2009 untuk cabang tunggal putri, saya yakin kalian belum
mengenalnya. Saya pun begitu, saya mengenal gadis kelahiran Hisar, India
tanggal 17 maret 1990 ini, saat saya menyaksikan dari layar kaca pertandingan
final anatara Ia dan Wang Lin (Cina).
Saina
mengalahkan Lin, setelah melewati 3 set dengan hasil 21-12 18-21 9-21. Dan perlu
diingat Saina adalah wanita India
pertama yang mampu menjuarai turnamen super series, terlebih lagi saat itu
usianya masih 19 tahun, dan ia melawan pemain cina yang terkenal jago juga
langganan juara, dengan statusnya yang non unggulan saat itu, WOW. Saya jadi
teringat kalimat dari komentator yang memandu jalannya pertandingan antara
mereka “Saya yakin Saina akan menjadi bintang di masa depan, dengan semangatnya
yang tinggi.”
Terbukti
sekarang, dengan banyaknya prestasi yang ia dapatkan, prestasi membanggakan yang baru-baru ini ia capai ialah, ia berhasil
meraih medali perunggu di olimpiade London 2012, saat ini ia menduduki
peringkat 2 dunia untuk kategori tunggal putri, untuk info detail tentang Saina
bisa baca di sini
Saina saat berhasil menjadi juara Indonesian Open
Super Series 2009
Oke
selanjutnya kita bahas tentang Aya Ohori (あや お堀), gadis cantik asal Jepang yang juga menggeluti dunia
badminton. Saya mengenal dia saat saya menonton pertandingan final Djarum Superliga Badminton 2013. Saat
semifinal ia berhasil mengalahkan pemain kebanggaan kita yaitu Adriyanti Firdasari,
berlanjut di final Indonesia VS Jepang, kedudukan saat itu 2-2 partai terakhir
ialah tunggal putri, yang mempertemukan Aya Ohori dengan Bellatrix Manuputty.
Saat
itu saya cukup kaget saat mengetahui bahwa Aya Ohori masih 16 tahun, sungguh
luar biasa, dengan usia yang sama dengan saya, ia sudah bermain di kelas dunia,
walaupun itu tidak terlepas dari kerjasama timnya untuk melangkah ke final.
Saat pertandingan berlangsung dengan rasa nasionalisme saya mendukung Bella,
dan beranggapan bahwa Bella mampu mengalahkan Ohori hanya dengan 2 set, karena
lawannya terlampau mudah. Akhirnya Bella menang, tapi saya sedikit kecewa
melihat permainan Bella, Ohori mampu mengimbangi permainannya dengan berjuang 3 set 21-17 19-21 21-13. Walau saat ini ia masih menduduki peringkat 200, saya yakin Ohori akan jadi bintang seperti Saina.
Ohori saat sedang bertanding.
Walaupun
begitu tim beregu putri Indonesia, (PB. Jaya Raya Jakarta) berhasil menjadi
juara setelah menumbangkan tim Jepang (Unisys Badminton Club Japan), Oh iya tim
beregu putra juga meraih kemenangan dengan pola yang mirip, (PB. Musica
Champion Vs Malaysia Tigers Badminton Club) saya rasa kita perlu berkaca pada semangat mereka, harapan
kita semua tentu adanya regenerasi juara.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar