Jumat, 26 April 2013

Cinta dan Kimia, Bagaimana Bisa?


Kamis pagi saya baru saja melepas rindu dengan teman-teman kelas (khususnya cewek). Nah  kami membahas banyak hal, mulai dari carut marutnya UN tahun ini, hingga tentang kepergian senior-senior cakep yang gak bakalan satu sekolah lagi dengan kami (korban PHP). Salah satunya ada Rezky (nama samaran), ia menyukai senior yang sudah terkenal punya banyak fans, cakep, berkarisma tentunya, nilai tambah dari dia adalah karena dia dulu adalah salah satu pengurus OSIS, penyumbang banyak piala untuk sekolah, dan sudah pasti pintar! tapi sayang dia cuek dan kurang peka, bahkan bisa dibilang tidak peka sama sekali.

Apa hubungannya dengan saya? Karena (sepertinya) saya juga korban PHP, saya mengagumi seseorang, yang namanya saya tidak bisa sebutkan, dari rasa kagum ini berubah menjadi suka, nah rasa suka ini ternyata menjadi penyebab saya banyak melamunkan orang ini, memikiran dia sebelum tidur, dan saat bangun dia lagi yang terbenam dalam pikiran saya, yah pasti kalian juga pernah merasakan hal ini, mungkin sedikit gila tapi memang seperti itulah, (ini suka atau cinta?).

Setelah saya browsing ternyata ada suatu ilmu yang bisa menjelaskan kasus saya dan teman-teman seperjuangan saya, para korban PHP, ilmu ini bisa kalian kuasai hanya jika kalian, bertapa empat tahun di bawah pohon cabe, dan selama itu kalian juga harus puasa, gak boleh ngomong, gak boleh berkedip, gak boleh tidur -saya tulis apa ini- oke lanjut saja, yang tadi itu bercanda, sebenarnya  ilmu yang bisa menjelaskan kasus di atas adalah ilmu kimia.

Kenapa kimia? Karena ilmu ini bisa menjelaskan adanya beberapa zat kimia oleh otak kita yang berperan dalam kejadian seperti di atas. Ada beberapa senyawa yang bertanggung jawab atas segala tingkah laku aneh kita selama kita jatuh, bangun, jungkir, balik dengan cinta, yaitu :

1.       Pheromones
Senyawa ini menimbulkan rasa suka, yah kayak para remaja cewek yang naksir cowok dan sebaliknya, buat kita membayangkan orang yang kita taksir itu terus-menerus.

2.       Oxytocin
 ini berperan dalam kalimat “aku rindu kamu”.

3.       Vasopressin
Bikin orang jadi setia.

4.       Neropinepherine  
Kalau jatuh cinta bawaannya semangat, senang, dan senyum-senyum sendiri, nah itu adalah peran dari si Neropinepherine ini.


5.       Dopamine
Beberapa bulan pertama ketika kita menyukai lawan jenis, ada bagian dari otak kita mengeluarkan zat ini. Akibatnya kita jadi susah tidur, dan memikirkan dia terus, juga ada perasaan melayang, (udah sampai ke langit ke-7 gak? :D), sangat bersemangat, dan jadi malas makan.




6.       Oxytocin
Zat ini biasanya berperan kalau kita sudah jadian *ciecie kita merasa bahwa kita saling terikat dengan pasangan dan pengen terus ada dia di samping kita.

Cinta, sejuta rasanya, buat kita jadi gila, membutakan mata, melumpuhkan logika, terlalu banyak syair-syair cinta, katanya kita gak bisa jelasin gimana rasa cinta itu, tapi cuma bisa dirasain. Ngomong-ngomong cinta, tentu ada perasaan sebelum dan sesudah cinta bukan? Sebelum cinta itu namanya suka dan sesudah cinta itu namanya sayang (kata orang-orang). 

Entah apa yang tepat menggambarkan perasaan saya sekarang, tapi seperti saya bilang sebelumnya cinta itu gak bisa dijelasin, tapi dirasain! Jadi selamat merasakan cinta kalian masing-masing, dan ingat ada cinta berarti ada sakit hati (kalau cinta yang kalian dapatkan belum cocok), jadi persiapkan hatimu, kalau menurut orang-orang bijak, saat kamu menerima cinta, saat itu juga kamu harus bersiap kalau-kalau kamu harus melepaskannya.  Dari pada kelamaan ngetik dan tiba-tiba saya berubah jadi Maria Teguh mending saya akhiri postingannya sampai di sini. 

Kalau ada yang kurang tepat, tolong komentarnya  :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar