Aku merasakan gejala demensia akhir-akhir ini, sebenarnya bukan akhir-akhir ini lebih tepatnya dua tahun lalu. tapi baru sekitar seminggu yang lalu aka tau bahwa kejadian-kejadian yang kualami adalah gejala penyakit demensia. Demensia adalah penyakit pikun yang diderita orang dibawah umur 65 tahun. gejalanya demensia yang tidak begitu parah (tahap awal) seperti ini :
- Lupa akan peristiwa dan ucapan yang baru terjadi
- Tidak mampu menjalankan dua tugas dalam waktu bersamaan
- Kesulitan dalam memecahkan masalah
- Lambat dalam mengenali nama benda yang sebelumnya sangat ia kenal
Artikel lain juga menyebutkan bahwa gejala demensia seperti berikut :
- Menurunnya daya ingat yang terus terjadi. Pada penderita demensia, lupa menjadi bagian keseharian yang tidak bisa lepas.
- Gangguan orientasi waktu dan tempat, misalnya: lupa hari, minggu, bulan, tahun, tempat penderita demensia berada
- Penurunan dan ketidakmampuan menyusun kata menjadi kalimat yang benar, menggunakan kata yang tidak tepat untuk sebuah kondisi, mengulang kata atau cerita yang sama berkali-kali
- Ekspresi yang berlebihan, misalnya menangis berlebihan saat melihat sebuah drama televisi, marah besar pada kesalahan kecil yang dilakukan orang lain, rasa takut dan gugup yang tak beralasan. Penderita demensia kadang tidak mengerti mengapa perasaan-perasaan tersebut muncul.
- Adanya perubahan perilaku, seperti : acuh tak acuh, menarik diri dan gelisah
Aku mengalami beberapa gejala diatas, seperti beberapa kalimat yang kugaris bawahi. contoh lainnya, aku pernah menempatkan ponsel di laci meja belajar, sesaat kemudian aku lupa menyimpannya diamana, padahal saat itu aku membutuhkannya untuk menghubungi temanku, aku merasa gelisah bahkan frustasi saat ponsel (apa pun itu) yang ku cari tidak ku temukan, aku mengira ada yang mengambilnya. setelah berjam-jam ku cari, aku menemukannya, ponsel ku memang tidak berpindah tempat atau ada yang mengambilnya, aku sendiri yang lupa menaruhnya, tapi kejadian aneh muncul lagi setelah ku dapatkan ponsel yang butuh pengorbanan untuk menemukannya, aku tidak tau untuk apa aku mencari ponsel itu dan ingin kugunakan untuk apa tadinya. jadi niatku untuk menghubungi temanku, tidak terlaksana.
Apa aku memang menderita penyakit demensia? (belum ada obatnya). Entahlah, aku juga belum membicarkan ini pada orang tuaku, tapi terlepas dari pandangan bahaya atau tidaknya demensia itu, aku berharap aku tidak mengidap penyakit ini, mungkin saja aku hanya teledor menyimpan barang.
Sampai disini dulu ulasan tentang demensia, mungkin aku akan membahasnya lagi di post berikutnya.
Sampai disini dulu ulasan tentang demensia, mungkin aku akan membahasnya lagi di post berikutnya.
aihh :(
BalasHapusAiih knp? :|
BalasHapus